GMDSS (GLOBAL MARITIME DISTRESS SAFETY SYSTEM)

Hi, saudara-saudara senang bisa membagikan artikel seputar dunia maritim lagi kali ini. baiklah dengan kesempatan ini kita akan mengenal salah satu alat NAVIGASI di dalam kapal yang di gunakan berkomunikasidengan Kapal ke kapal, Kapal ke Stasiun pantai, StasiunPantai ke Kapal. Alat NAVIGASI tersebut salah satunya yang kita akan bahas yaitu GMDSS (Global Maritime Distress Safety System). Ya, tentu kalian yang sekarang sedang berlayar sudah tidak asing bukan dengan alat NAVIGASI tersebut, Kususnya bagi Crew Kapal bagian Deck. Bagi kalian yang baru mengenal dan ingin mengerti tentang alat NAVIGASI Komunikasi tersebut silahkan baca selengkapnya Pengertian yang ada di artikel ini dengan seksama.

I. PENGERTIAN

GMDSS adalah suatu paket keselamatan yang disetujui secara internasional yang terdiri dari prosedur keselamatan, jenis-jenis peralatan, protokol-protokol komunikasi yang dipakai untuk meningkatkan keselamatan dam mempermudah saat menyelamatkan kapal, perahu taupun pesawat terbang yang mengalami kecelakaan. GMDSS diadopsi oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO), badan khusus PBB yang bertanggung jawab untuk keselamatan kapal dan pencegahan pencemaran laut.

GMDSS terdiri dari beberapa sistem, beberapa di antaranya baru tetapi kebanyakan peralatan tersebut telah diterapkan selama bertahun-tahun. System tersebut berfungsi untuk : bersiap-siaga (termasuk memantau posisi dari unit yang mengalami kecelakaan), mengkoordinasikan Search and Rescue, mencari lokasi (mengevakuasi korban untuk kembali ke daratan), menyiarkan informasi maritim mengenai keselamatan, komunikasi umum, dan komunikasi antar kapal. Radio komunikasi yang spesifik diperlukan sesuai dengan daerah operasi kapal, bukan berdasarkan tonase kapal tersbut. System tersebut juga terdiri dari peralatan pemancar sinyal berulang sebagai tanda bahaya, serta memiliki sumber power daurat untuk menjalankan fungsinya.

Sejak tahun 1992, Distress Global Maritim dan Keamanan Sistem (GMDSS) telah menggunakan teknologi terestrial dalam satelit dan kapal-kapal dengan sistem radio untuk  komunikasi dengan kapal di  sekitar  laut. Berdasarkan GMDSS, semua kapal kargo dari 300 tonase kotor dan  semua kapal penumpang yang melakukan pelayaran internasional harus dilengkapi dengan peralatan radio yang sesuai dengan standar internasional sebagaimana diatur dalam sistem. Ini berarti bahwa pencarian dan penyelamatan (SAR) otoritas darat, serta pengiriman di sekitar langsung dari kapal dapat dengan cepat diberitahu melalui satelit dan komunikasi terestrial sehingga mereka dapat membantu dalam operasi penyelamatan terkoordinasi dengan cepat tanggap.

Kapal dilengkapi dengan peralatan GMDSS lebih aman di laut dan lebih mungkin untuk menerima bantuan ketika mereka membutuhkannya karena sistem menyediakan untuk distress otomatis memperingatkan ketika kru tidak punya waktu untuk mengirimkan panggilan dengan informasi rinci. GMDSS juga memerlukan kapal untuk menerima siaran dari keselamatan maritim dan pencarian dan penyelamatan terkait informasi yang dapat mencegah insiden terjadi, dan untuk membawa satelit Posisi Darurat Menunjukkan Radio Beacon (EPIRB), yang mengapung bebas dari kapal yang tenggelam dan waspada otoritas SAR dengan identitas kapal dan lokasi.

Kapal-kapal yang berfungsi sebagai sarana rekreasi tidak memerlukan peralatan yang sesuai dengan radio GMDSS, tetapi sangat disarankan memakai Radio VHF Digital Selective Calling (DSC), begitu pula untuk sarana-sarana yang berkaitan dengan offshore system dalam waktu dekat harus menggunakan peralatan tersebut. Kapal-kapal di bawah 300 GT tidak termasuk dalam peraturan yang mewajibkan pemakaian GMDSS. Kapal-kapal yang memiliki bobot mati antara 300-500 GT disarankan tapi tidak diwajibkan untuk menggunakan GMDSS, namun kapal-kapal di atas 500 GT sudah diharuskan menggunakan peralatan yang mendukung GMDSS.

GMDSS terdiri dari beberapa sistem, beberapa yang baru, tetapi banyak yang telahdioperasi selama bertahun-tahun sebelumnya. Sistem ini dimaksudkan untuk melakukanfungsi-fungsi berikut:

  1. Alerting : yaitu suatu pemberitahuan tentang adanya musibah marabahaya yang cepat dan berhasil pada suatu unit yang dapat mengadakan atau mengkoordinasikan suatu pencarian dan pertolongan segera.
  2. Search and Rescue Coordinating : yaitu komunikasi yang digunakan untuk koordinasi antara unit-unit yang berpotensi SAR termasuk kapal-kapal yang berada dilaut untuk merencanakan suatu operasi pencarian dan pertolongan.
  3. On Scane Communication : yaitu suatu system komunikasi yang digunakan di lokasi musibah antara On Scene Commander dan Unit-unit yang ikut dalam operasi pertolongan termasuk dengan kapal musibah apabila masih dapat melakukan komunikasi.
  4. Locating Signal : yaitu signal untuk memudahkan penemuan posisi Survival Craft.
  5. Dissemination of Maritime Safety Information (M.S.I) : yaitu penyiaran informasi-informasi mengenai keselamatan pelayaran.
  6. General Radio Communication : yaitu komunikasi dari kapal ke suatau jaringan radio di darat yang ada hubungannya dengan keselamatan.
  7. Bridge to Bridge Communication : yaitu komunikasi antar kapal dari anjungan yang ada hubungannya dengan keselamatan.

Persyaratan kapal yang harus memiliki perlengkapan GMDSS adalah kapal penumpang yang berlayar di perairan internasional dan kapal barang dengan ukuran 300 GT ke  atas. Berikut peralatan GMDSS, sebagai berikut :

  1. Very High Frequency (VHF), High Frequency (HF), dan Medium Frequency (MF)
  2. NAVTEX
  3. Inmarsat C
  4. Narrow Band Direct Printing (NBDP)
  5. EPIRB
  6. SART 9 GHz

2. KOMPONEN-KOMPONEN GMDSS

2.1. Emergency Position-Indicating Radio Beacon (EPIRB)

EPIRB  merupakan sistem search and Rescue (SAR) berbasis satelit internasional yang pertama kali digagas oleh empat negara yaitu Perancis, Kanada, Amerika Serikat dan Rusia (dahulu Uni Soviet) pada tahun 1979 yang bekerja melalui satelit Cospas-Sarsat. Misi program Cospas-Sarsat adalah memberikan bantuan pelaksanaan SAR dengan menyediakan “distress alert” dan data lokasi secara akurat, terukur serta dapat dipercaya kepada seluruh komonitas internasional. Tujuannya agar dikurangi sebanyak mungkin keterlambatan dalam melokasi “distress alert” sehingga operasi akan berdampak besar dalam peningkatan probabilitas keselamatan korban. Keempat negara tersebut mengembangkan suatu sistem satelit yang mampu mendeteksi “beacon”pada frekuensi 121,5/243 MHz dan 406 MHz. Emergency Position-Indicating Radio Beacon (EPIRB) beacon 406 Mhz adalah untuk pelayaran merupakan elemen dari Global Maritime Distress Safety System (GMDSS) yang didesain beroperasi dengan sistem the Cospas-Sarsat. EPIRB sekarang menjadi persyaratan dalam konvensi internasioal bagi kapal Safety of Life at Sea (SOLAS). Mulai 1 Februari 2009, sistem Cospas-Sarsat hanya akan memproses beacon pada frekuensi 406 MHz. Cospas merupakan singkatan dari Cosmicheskaya Sistyema Poiska Avariynich Sudov sedangkan Sarsat merupakan singkatan dari Search And Rescue Satellite-Aided Tracking.

Prinsip Kerja EPIRB adalah Ketika beacon aktif, sinyal akan diterima oleh satelit selanjutnya diteruskan ke Local User Terminal (LUT) untuk diproses seperti penentuan posisi, encoded data dan lain-lainnya. Selanjutnya data ini diteruskan ke Mission Control Centre (MCC) di manage. Bila posisi tersebut diluar wilayahnya akan dikirim ke MCC yang bersangkutan, bila di dalam wilayahnya maka akan diteruskan ke instansi yang bertanggung jawab.

rescueme-epirb-network-diagrams
EPIRB

2.2. NAVTEX

Navtex (navigational telex) adalah frekuensi internasional secara automatis, melalui layanan cetak langsung untuk pengiriman berita navigasi, peringatan badan meterologi dan perkiraan yang mencakup informasi keselamatan kelautan untuk kapal, yang menerima masukan secara otomatis dari kapal yang ada di laut dalam radius perkiraan 370 km dari garis pantai. Navtex station in US di operasikan oleh “coast guard” di amerika dan pengguna tidak di kenakan biaya dengan masuknya/menerima siaran radio NAVTEX. Navtex adalah bagian dari IMO/IHO,worldwide navigation service (WWWNS) navtex juga merupakan element utama dari GMDSS dan solas.

Siaran radio navtex yang menggunakan frekuensi pada 518 khz / 490 khz dan digunakan oleh (NBDP), (FEC), serta tipe penyebaran nya menggunakan radio amatir yang disebut AMTOR. Internasional navtex pada frekuensi 518 khz menggunakan English dan frekuensi 490 khz menggunakan bahasa Indonesia. Navtex menerima berita-berita navigasi dan meteorologi yang dipancarkan oleh stasiun pantai sesuai dengan daerah pelayaran navigasi.

nx_700_reciever_with_printer
NAVTEX

Kode berita-berita yang diterima NAVTEX

A                 :    Navigational warning

B                 :    Meteorological warning

C                 :    Ice report

D                 :    Search and rescue information

E                 :    Meteorological message

F                 :    Pilot service message

G                 :    DECCA message

I                  :    LORAN message

H                 :    OMEGA message

J                  :    SATNAV message

K                 :    Other electronic navaids message

L                 :    Navigational warning – additional to A

V,W,X,Y      :    Special service – allocation by navtex panel

Z                 :    No message on hand

Note :  The message type A, B, D and L (cannot be reject)

2.3. INMARSAT 

Sistem Satelit yang dioperasikan oleh Inmarsat, yang berada di bawah kontrak dengan IMSO (International Mobile Satellite Organization), juga merupakan elemen penting dari system GMDSS. Empat jenis Inmarsat Ship Earth Station Terminal(Terminal Stasiun Penerima Inmarsat di Bumi ) yang kompatibel dengan GMDSS antara lain : Inmarsat versi A, B, C, dan F77

i-3map_647x458
Coverage area Inmarsat 

Inmarsat-A – Versi pertama yang dioperasikan oleh Inmarsat, memiki fungsi sebagai penerima sinyal mengenai informasi yang diperlukan oleh sistem GMDSS melalui transmisi oleh satelit milik inmarsat. IMSO telah mengajukan pada IMO untuk memperbarui Inmarsat-A dengan cara diganti dengan versi yang berteknologi lebih modern dan segera menghentikan penggunaanya pada tanggal 31 Desember 2007. Mulai saat itu, Inmarsat-A tidak digunakan lagi.

Inmarsat- B dan F 77 – adalah versi penyempurnaan dari versi A, menyediakan jaringan telepon, telex, high speed data service (termasuk distress priority telephone dan telex service dari dan ke RCC) antara kapal ke bangunan lepas pantai, kapal ke kapal, maupun bangunan lepas pantai ke kapal. Versi F77 merupakan versi yang didesain untuk digunakan dengan Inmarsat-C karena kemampuan transmisi datanya tidak memenuhi persyaratan GMDSS.

Inmarsat-C – menyediakan fasilitas penyimpanan dan pengiriman data (store-and-forward data), dan fasilitas e-mail dari kapal ke bangunan lepas pantai, bangunan lepas pantai ke kapal, maupun dari kapal ke kapal. Inmarsat-C juga memiliki kemampuan untuk mengirim distress signal (sinyal bahaya) yang terformat ke sebuah RCC dan ke Inmarsat-C SafetyNET Service. Inmarsat-C SafetyNET Service adalah sebuah satelit pemancar informasi keselamatan maritim dunia yang memancarkan informasi peringatan mengenai cuaca buruk (badai maupun gelombang tinggi) di laut, peringatan navigasi pada NAVAREA, peringatan radio navigasi, peringatan laporan adanya bongkahan es dan peringatan-peringatan yang dikeluarkan oleh USCG-Conducted International Ice Patrol, dan informasi-informasi sejenis yang tidak tersedia pada NAVTEX. SafetyNET cara kerjanya mirip dengan NAVTEX pada area di luar jangkauan NAVTEX. Peralatan Inmarsat-C relative lebih ringan dan lebih murah dari pada Inmarsat-A, B, atau F77. Antena Terminal Stasiun Penerima Inmarsat-C di bumi memiliki ukuran yang lebih kecil dibadingkan Inmarsat-A, B, dan F77. SOLAS saai ini menyaratkan Inmarsat-C untuk memiliki sebuah penerima sinyal navigasi satelit yang terintergrasi, koneksi tersebut akan memastikan informasi lokasi yang akurat untuk dikirim ke RCC apabila sinyal tanda bahaya (distress signal) dipancarkan oleh kapal yang mengalami kecelakaan. Inmarsat juga mengoperasikan sistem EPIRB, yaitu Inmarsat-L, yang mirip dengan system yang dioperasikan oleh ME2002 (Penyedia layanan lainnya) .

3. PROSEDUR PENGOPERASIAN PERALATAN GMDSS

3.1. Very High Frequency (VHF) dan medium frequency (MF)/high frequency(HF)

Sistem komunikasi darat pada sistem GMDSS digunakan untuk dapat melakukan komunikasi dalam jarak jangkau yang pendek, sedang dan jauh dengan menggunakan frekuensi yang berada pada jalur frekuensi VHF (very high frequency), MF (medium frequency) serta HF (high frequency).

A. Very High Frequency (VHF)

1. Prinsip Kerja VHF

Frekuensi sangat tinggi (VHF) adalah frekuensi radio berkisar dari 30 MHz sampai 300 MHz. Frequencies immediately below VHF are denoted (HF), and the next higher frequencies are known as (UHF).Frekuensi VHF langsung di bawah ditandai frekuensi tinggi (HF), dan frekuensi yang lebih tinggi berikutnya dikenal sebagai frekuensi tinggi Ultra (UHF). The is done by .Para alokasi frekuensi dilakukan oleh ITU (International Comunication Union).

Perangkat komunikasi VHF radiotelephone merupakan perangkat komunikasi yang menggunakan sistem radio VHF (very high frequency) yang diperuntukkan untuk keperluan maritim serta memenuhi ketentuan IMO (International Maritime Organization) dalam hal kemampuan untuk memancarkan dan menerima sinyal marabahaya di laut. Perangkat ini dilengkapi dengan MMSI (maritime mobile service identity), sehingga selain dapat digunakan untuk memancarkan dan menerima sinyal marabahaya, dapat juga digunakan untuk melakukan panggilan atau penerimaan komunikasi secara individual, komunikasi ke seluruh kapal ataupun pada area tertentu saja, dan beroperasi pada range frekuensi 155.00-166.475 MHz.

B. Medium frequency (MF)/high frequency (HF)

1. Prinsip Kerja MF/HF

Untuk komunikasi jarak sedang digunakan jalur frekuensi MF. Frekuensi 2187,5 kHz digunakan untuk panggilan marabahaya dan keselamatan dengan menggunakan panggilan selektif dijital untuk arah komunikasi dari kapal ke pantai, kapal ke kapal serta pantai ke kapal, sedangkan untuk komunikasi di lokasi musibah yang menggunakan telepon radio digunakan frekuensi 2182 kHz. Sedangkan frekuensi 2174,5 kHz digunakan hanya untuk komunikasi dengan menggunakan telex.

Untuk komunikasi dengan arah komunikasi dari kapal ke pantai dan dari pantai ke kapal yang berada dalam jarak jangkau yang jauh digunakan komunikasi HF sebagai alternatif terhadap komunikasi satelit. Frekuensi-frekuensi yang digunakan adalah pada band frekuensi 4, 6, 8, 12 dan 16 MHz. Kapal-kapal yang diperlengkapi dengan peralatan komunikasi HF, harus selalu menjaga frekuensi marabahaya pada band 8 MHz, serta salah satu frekuensi yang diharuskan yang sesuai untuk daerah dimana kapal tersebut sedang berlayar

Perangkat komunikasi MF/HF radiotelephone merek FURUNO merupakan perangkat komunikasi yang menggunakan sistem radio MF/HF (medium frequency/high frequency) yang diperuntukkan untuk keperluan maritim serta memenuhi ketentuan IMO (International Maritime Organization) dalam hal kemampuan untuk memancarkan dan menerima sinyal marabahaya di laut. Perangkat ini dilengkapi dengan MMSI (maritime mobile service identity), sehingga selain dapat digunakan untuk memancarkan, menerima serta memonitor sinyal marabahaya, perangkat ini juga dapat digunakan untuk komunikasi biasa antara kapal ke kapal maupun kapal ke darat pada range frekuensi pengiriman antara 1,6 MHz sampai 27,5 MHz, serta range frekuensi 100 kHz sampai 30 Mhz, dan frekuensi 2182 kHz sebagai frekuensi marabahaya, disamping itu perangkat ini juga dapat berfungsi sebagai telex.

2. Prosedur Operasi MF/HF DSC

Jika kapal dalam keadaan marabahaya, maka memancarkan atau mentransmisikan alarm marabahaya dalam dilakukan dengan dua cara sama seperti pada VHF yaitu In short of time (dalam waktu yang cepat) dan with inserting data (dengan terlebih dahulu memasukkan data)

3.2.  Search And Rescue Transponder (SART)

1. Prinsip Kerja SART

SART singkatan Search And Rescue (Radar) Transponder adalah sarana utamadalam GMDSS. Tujuannya adalah untuk membantu pencarian lokasi survival craft, atau kapal yang mengalami marabahaya. Hal ini memungkinkan setiap kapal atau pesawat terbang yang dilengkapi dengan radar untuk mendeteksi lokasisurvival.

Pada umumnya, dua SART diletakkan masing-masing pada sisi bridge kiri dan kanan, di mana dapat dengan mudah dicapai jika meninggalkan kapal. Untukmendapatkan jangkauan deteksi yang diperlukan, SART harus dioperasikanminimal 1 meter di atas air, sehingga peraturan yang tepat dibuat untukmenempatkan SART pada survival craft, yaitu diletakkan pada tiang teleskopikyang didorong keluar melalui lubang di kanopi liferaft dengan SART yang diletakkan di atasnya.

Fungsi SART dalam GMDSS adalah untuk Locating Signal yaitu untuk untuk memudahkan penemuan posisi Survival Craft. Ketika terdeteksi atau terinterogasi oleh RADAR, SART akan berganti ke modus Transmit dan memancarkan sinyal audio dan visual (tampilan pada RADAR berupa titik-titik, semakin dekat posisi SART maka semakin besar titik-titik nya yang membentuk seperti ring). Jangkauan pendeteksian SART tergantung dari tinggi tiang RADAR kapal-kapal SAR dan ketinggian SART, normalnya sekitar 15 KM (8 nm).

 

cospas_concept
SART dan RADAR yang menginterogasi SART 

2. Pengoperasian SART

Tahapan mengaktifkan SART untuk digunakan sebagai berikut :

  • Lepaskan SART dari bracket (tempat SART terpasang)
  • Untuk menghidupkan (switch-on) tekan tombol hitam dan ini berarti SART akan berada pada posisi stanby mode.
  • Ketika SART berhasil diinterogasi oleh RADAR, maka lampu SART akan hidup dan bersuara (beep)\

 

3.3. Narrow Band Direct Printing (NBDP)

1. Prinsip Kerja NBDP

NBDP adalah catatan yang tercetak/print dari pesan komunikasi. Jika suatu kapaldalam situasi marabahaya akan baik jika memiliki catatan yag tercetak dari semuakomunikasi yang terjadi selama operasi.

NBDP adalah istilah yang kita gunakan untuk menggambarkan metode pengiriman informasi melalui radio dan setelah itu dicetak. Dalam beberapa publikasi itu disebut TELEX, sistem yang digunakan pada komunikasi melalui pantai/darat yang dilakukan antara kantor.

Salah satu kelemahan menggunakan NBDP untuk komunikasi adalah bahwaoperator yang terampil untuk  menerima berita  diperlukan. keuntungannya adalah bahwa ada hard copy-semua komunikasi tertulis. NBDP komunikasimenggunakan sinyal digital untuk menghubungan antara komunikator

2. Prosedur Pengoperasian NBDP

Langkah-Langkah Pengoperasian NBDP sebagai berikut :

  • Nyalakan (switch on) :
  • SSB (single side band)n
  • NBDP (narrow band direct printing)

Seperti itulah saudara-saudara pembahasan kali ini tentang GMDSS yang berada di atas kapal dan system kerja alat tersebut saat terjadi marabahaya di atas kapal saat berlayar di tengah-tengah samudera. Tentunya kita tidak menginginkan marabahaya itu terjadi pada saat kapanpun dan dimanapun kita saat berlayar. Setidaknya kita sudah memahami cara kerja alat tersebut sehingga memngurangi kekawatiran yang berlebihan terhadap suatu keadaan Emergency yang sewaktu-waktu terjadi. Sekian dari saya semoga Artikel pengetahuan ini bermanfaat dan membuka wawasan kita tentang dunia maritim.

Sampai Jumpa di artikel berikutnya  SAFETY FIRTS!!!!

Sumber referensi :

  1. http://www.inmarsat.com/services/safety/gmdss/
  2. http://slideplayer.info/slide/3980936/
  3. http://www.inmarsat.com/services/safety/inmarsat-b/
  4. http://www.inmarsat.com/services/safety/inmarsat-c/
  5. http://belajar.ditpsmk.net/wp-content/uploads/2014/09/PELAYARAN-KAPAL-NIAGA-X-4.pdf
  6. https://www.youtube.com/watch?v=WvAVI69GJf4
@ahmadalif31 Written by:

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *